Pemodelan Fisika Batuan untuk Analisis Hubungan Porositas Kritis dan Faktor Konsolidasi terhadap Kualitas Reservoir Batupasir, Formasi Cibulakan Bawah, Cekungan Jawa Barat Utara

  • Bella Marcelina
  • Ignatius Sonny Winardhi KK Seismologi Eksplorasi dan Rekayasa – Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan – Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132

Keywords

batupasir Formasi Cibulakan Bawah, kualitas reservoir, pemodelan fisika batuan

Abstract

Tahap eksploitasi dilakukan untuk memproduksi minyak bumi dan gas secara optimal. Tahap
eksploitasi memerlukan perhitungan yang matang dimana target eksploitasi harus memiliki kualitas
reservoir yang baik. Kualitas reservoir dicerminkan oleh besarnya rasio antara porositas dan
permeabilitas. Batuan reservoir dengan kualitas yang baik memiliki rasio permeabilitas yang besar dan
porositas yang besar pula. Selain rasio permeabilitas dan porositas, parameter lain yang dapat
memengaruhi kualitas reservoir adalah kandungan mineral lempung di dalam suatu batuan. Nilai
kandungan mineral lempung ini diperoleh dari data X-Ray Diffraction (XRD). Namun ketersediaan
data permeabilitas dan data XRD terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini akan memberikan cerminan
parameter elastis yang dapat menjadi indikator kualitas reservoir. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan data set batupasir Formasi Cibulakan Bawah, Cekungan Jawa Barat Utara dengan
metode pemodelan fisika batuan, yaitu model Nur dan model Pride. Untuk dapat melakukan
pemodelan ini, diperlukan nilai modulus elastis mineral (Kmin dan μmin) yang diperoleh dari pendekatan
Hashin-Shtrikman rata-rata, Dvorkin dan Krief. Hasil penelitian menunjukkan nilai Kmin = 16,5 GPa
dan μmin = 23,5 GPa. Parameter elastis hasil pemodelan Nur, yaitu Ø/(1-(μdry/μmin)) berkorelasi baik
dengan permeabilitas, sedangkan pada model Pride menunjukkan hasil yang kurang baik. Kandungan
mineral lempung sangat berpengaruh terhadap kualitas reservoir dimana semakin besar kandungan
mineral lempung maka kualitas reservoir semakin buruk. Karena keterbatasan data fraksi mineral,
maka dalam penelitian dicari parameter yang sebanding dengan fraksi mineral lempung, yaitu .
Parameter Ø/(1-(μdry/μmin)) dan berbanding terbalik sehingga kedua parameter tersebut dapat
dikombinasikan menjadi satu parameter yang mengindikasikan kualitas reservoir, yaitu [
].

References

Ambarsari, D.S. 2016. Analisis Pengaruh Porositas Kritis dan Fraksi Lempung untuk Identifikasi Kualitas Reservoir Batupasir Formasi Cibulakan Bawah, Cekungan Jawa Barat Utara, Tesis Program Magisteer, Institut Teknologi Bandung.
Dvorkin, J., Nur, A. 2000. Critical Porosity Models. Stanford: Department of Geophysics, Stanford University. CA 94305-2215.
Dvorkin, J. 2008. Yet Another Vs Equation. Geophysics. Vol.73. No.2. P.E35-E39.
Mavko, G., Mukerji, T., dan Dvorkin, J. 2009. The Rock Physics Handbook – Tool for Seismic Analysis in Porous Media. New York: Cambridge University Press.
Permadi, P., Wibowo, A.S. 2013. Kozeny’s Equation for Better Core Analysis. Nappa Valley: International Symposium of the Society of Core Analysis.
Prakoso, S., Permadi, P., Winardhie, S. 2016. Effect of Pore Geometry and Pore Structure on Dry P-Wave Velocity. Canadian Center of Science and Education. Vol.10.
Peng, D., Yin, C., Zhao, H., Liu, W. 2016. An Estimation Method of Pore Structure and Mineral Moduli Based on Kuster-Toks ̈z (KT) Model and Biot’s Coefficient. Acta Geophysica. Vol.64. page 2337-2355. DOI: 10.1515/acgeo-2016-0108.
Russel, B.H., Smith, T. 2007 The Relationship Between Dry Rock Bulk Modulus and Porosity – An Empirical Study. CREWES Research Report. Vol.19.
Published
Nov 18, 2019
How to Cite
MARCELINA, Bella; WINARDHI, Ignatius Sonny. Pemodelan Fisika Batuan untuk Analisis Hubungan Porositas Kritis dan Faktor Konsolidasi terhadap Kualitas Reservoir Batupasir, Formasi Cibulakan Bawah, Cekungan Jawa Barat Utara. Jurnal Geofisika, [S.l.], v. 15, n. 1, p. 1-8, nov. 2019. ISSN 2477-6084. Available at: <https://jurnal-geofisika.or.id/index.php/jurnal-geofisika/article/view/402>. Date accessed: 27 oct. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.36435/jgf.v15i1.402.