Perbandingan Indeks Kerentanan Seismik Antara Instrumen Akselerometer ADXL345 Dengan REFTEK 130-SMHR Menggunakan Metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio

  • I Gede Boy Darmawan Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Rahmi Mulyasari Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Bandar Lampung 35141
  • Rian Amukti Pusat Penelitian Laut Dalam, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ambon 97233

Keywords

indeks kerentanan seismik, ADXL345, akselerometer, frekuensi dominan, amplifikasi

Abstract

Makalah ini membahas hasil pengembangan prototip instrumen akselerometer menggunakan sensor ADXL345 yang berbasis Micro-Electrical Mechanical System-based (MEMS). Untuk mengetahui kehandalan instrumen tersebut, kami melakukan validasi dengan cara membandingkan terhadap hasil kerja akselerometer pabrikan REFTEK 130-SMHR dalam pengukuran indeks kerentanan seismik Kg (Nakamura dkk., 2000). Metode
Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) digunakan untuk mendapatkan nilai frekuensi dominan fg dan nilai amplifikasi Ag terlebih dahulu dan selanjutnya menghitung nilai Kg. Akuisisi data lapangan menggunakan kedua instrumen
akselerometer tersebut dilakukan pada 30 titik amat dengan cuplikan frekuensi 500 Hz dan periode pengukuran selama 30 menit. Hasil pengukuran menunjukkan adanya keselarasan antara akselerometer ADXL345 dengan akselerometer REFTEK 130-SMHR. Untuk total luas daerah studi, kami mendapatkan nilai Kg yang sama, yakni sekitar 57%, dengan perbedaan sedang sekitar 37% dan perbedaan tinggi 6%. Hasil penting lainnya adalah adanya keselarasan pada nilai pengukuran instrumen ADXL345 dengan hasil observasi lapangan, khususnya di Gedung L Fakultas Teknik UNILA. Keselarasan ini dicirikan dengan adanya retakan pada lantai gedung yang berada pada zona kerentanan seismik cukup tinggi. Studi perbandingan kedua instrumen akselerometer tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa pengujian prototipe ini masih perlu dilakukan lebih lanjut, khususnya pada daerah dengan tingkat variasi kerentanan seismik yang berbeda

References

Bard, P.-Y., Anastasiadis, A., Atakan, K., & Azzara, R. M. (2008). “Guidelines for the Implementation of the H/V Spectral Ratio Technique on Ambient Vibrations Measurement, Processing and Interpretation SESAME European research project.” Bulletin of Earthquake EngineeringEngineering, 1–63.
Dorado-Vicente, R., Romero-Carrillo, P., Lopez-Garcia, R., & Diaz-Garrido, F. A. (2013). Comparing Planar Pocketing Tool Paths Via Acceleration Measurement. Procedia Engineering, 63, 270–277.
Draganová, K., Laššák, M., Praslička, D., & Kán, V. (2014). Attitude-independent 3-axis accelerometer calibration based on adaptive neural network. Procedia Engineering, 87, 1255–1258.
Febriani, Y., Daruwati, I., & Hantika, R. . (2013). Analisis nilai peak ground acceleration dan indeks kerentanan seismik berdasarkan data mikroseismik pada daerah rawan gempa bumi di kota bengkulu. Jurnal Ilmiah Edu Reseacrh, 2, 85–90.
Ferdinando, H., Khoswanto, H., & Purwanto, D. (2013). Performance Evaluation of MMA7260QT and ADXL345 on Self Balancing Robot. TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control), 11, 1.
Green, R. G., Priestley, K. F., & White, R. S. (2017). Ambient noise tomography reveals upper crustal structure of Icelandic rifts. Earth and Planetary Science Letters, 466, 20–31.
Ismail, S., Harun, M. N., Omar, A. H., Ismail, S., & Omar, A. H. (2015). Functional Electrical Stimulation for Foot Drop Injury Based on the Arm Swing Motion. Procedia Manufacturing, 2, 490–494.
Kawase, H., Nagashima, F., Nakano, K., & Mori, Y. (2019). Direct evaluation of S-wave amplification factors from microtremor H/V ratios: Double empirical corrections to “Nakamura” method. Soil Dynamics and Earthquake Engineering, 126, 1–14.
Khalili, M., & Mirzakurdeh, A. V. (2019). Fault detection using microtremor data (HVSR-based approach) and electrical resistivity survey. Journal of Rock Mechanics and Geotechnical Engineering, 11, 400–408.
Malik, H., & Mazhar, A. (2019). EyeCom-An Innovative Approach for Computer Interaction. Procedia Computer Science, 151, 559–566.
Nakamura, Y. (2000). Clear identification of fundamental idea of Nakamura’s technique and its applications. Proceedings of the 12th world conference on Earthquakes Engineering (12WCEE), 1–8.
Nakamura, Y. (2008). Microsoft Word - 14WCEE YN HV. World Conference on Earthquake Engineering., 14, 1–10.
Nurraidha, A. C., Maryanto, S., & Santoso, D. R. (2018). Implementation of MEMS Accelerometer for Velocity-based Seismic Sensor. 2018 5th International Conference on Electrical Engineering, Computer Science and Informatics (EECSI), 657–662.
Sungkono, Warnana, D. D., Triwulan, & Utama, W. (2011). Evaluation of Buildings Strength from Microtremor Analyses. International Journal of Civil & Environmental Engineering IJCEE-IJENS, 11, 93–99.
Wathelet, M. dkk. (2020): Geopsy: A user-friendly open-source tool set for ambient vibration processing. Seismological Research Letters, 91(3), 1878–1889, doi:10.1785/0220190360
Published
Oct 12, 2021
How to Cite
DARMAWAN, I Gede Boy; MULYASARI, Rahmi; AMUKTI, Rian. Perbandingan Indeks Kerentanan Seismik Antara Instrumen Akselerometer ADXL345 Dengan REFTEK 130-SMHR Menggunakan Metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio. Jurnal Geofisika, [S.l.], v. 19, n. 1, p. 10-16, oct. 2021. ISSN 2477-6084. Available at: <https://jurnal-geofisika.or.id/index.php/jurnal-geofisika/article/view/452>. Date accessed: 27 oct. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.36435/jgf.v19i1.452.